Opini

Bully Paling Enak, Hanya Nasi Kebully

Oleh: Temposo Tebor*

Judul diatas memang lucu, jika dilemparkan dan dibaca oleh bapack-bapack saja. Saya yang notabene salah satu dari bagian mereka sangat pede sekali memberi judul tulisan ini dengan kalimat tersebut.

Bullying yang diartikan sebagai penindasan yang dilakukan berulang kali, sangat erat terjadi di sekitar kita. Atau bahkan secara tidak kita sadari pun kita sudah menjadi bagian dari pelaku bullying tersebut.

Beberapa hari lalu kita dikejutkan oleh berita perundungan yang terjadi di sebuah institusi. Haaaaahh, itu pas saya kaget. Korban mengakui sudah lama di bully oleh rekan sekerjanya hampir 10 tahun. Sudah mirip seperti KPR rumah murah. Gilanya hal itu terjadi di sebuah institusi yang biasanya mengatur atur tayangan televisi.

Segala perlakuan rekan kerjanya itu memang sudah keterlaluan sekali, malah seharusnya bisa di pidanakan. Dulunya kita menggambar gunung semasa sekolah, yang ini menggambari biji. Memang ada korelasi antara pepohonan dan gunung, tapi hal itu sungguh tidak pantas dilakukan dimanapun. Tolong baca sekali lagi, dimanapun. Mau itu di kantor, di sekolah, di warung, di bengkel sekalipun tidak pantas. Terkecuali anda memang ingin membuat tato di bagian tersebut.

Berita bullying ini mungkin sudah yang ke sekian kali kita baca. ميدان الخيل Ada korban yang melapor ke yang berwajib sampai ke yang tidak berwajib. Ada yang berdiam saja lalu menerima dan ada juga yang membalas dengan acungan senjata.

Di negeri paman sam sana tidak jarang kasus bullying terjadi dan dibalas korban dengan rentetan peluru. Di negeri ginseng, gudangnya plastik kita malah sampai korbannya bunuh diri karena tidak tahan. Di negeri ini pun sama, kedua contoh diatas juga sudah pernah kejadian. لعبة دومينو حقيقية Tidak hanya menimpa kalangan bawah, artis sampai pejabat negara pun jadi korban dari bullying.

Baca juga:  Bukan Healing Tapi Refreshing

Katanya beberapa pakar, bullying terjadi karena masa kecil kita. آنا فرويد Ada banyak lah penyebabnya, kawan kawan bisa searching saja.

Apalagi dengan adanya sosial media. Bullying makin berkembang menjadi cyber bullying. Saya pun menyadari masih menjadi bagian dari pembully kecil kecilan, kamu gimana?? Kalau kamu merasa tidak pernah membully orang lain, hati hati. Itu malah lebih mengerikan. Karena bisa jadi kamu membenarkan perlakuan tersebut apabila dilakukan.

Seorang komedian yang saya sudah beli tiketnya ternyata tersangkut masalah narkoba. Lord yang satu ini terkenal sering menjadikan kesusahan orang lain sebagai komedinya. Dan ketika kesusahan dirinya dijadikan komedi sepertinya pendukung lord tidak terima. Perilaku seperti ini tidak lain adalah suatu pembenaran yang tidak akan ada habisnya jika saling berbalas. Emangnya pantun. Chhaaakkzzzzz. Pendukung lord tidak terima jika lord dibully, yang tidak mendukung lord juga tidak terima jika lord tidak dibully.

Yang jelas bullying tidak bisa dibenarkan atas dasar apapun. Membalas bullying dengan bullying tidak akan menyelesaikan masalah, hanya akan menjadi drama ber season season. Macam series walking dead. Mendiamkan bullying juga tidak dibenarkan, karena akan membuat pembully makin berani.

Lalu apa yang harus kita perbuat?? Ngopi saja lah, bikin tulisan kayak saya ini juga bisa, buat meja kursi lucu kayak teman teman di lapas binaan kak zain yaa bisa, makan gorengan di gunung belahnya bang melki bisa, masih banyak hal lain yang bisa dilakukan dengan riang gembira selain melakukan intimidasi kepada orang lain.

NB:  Penulis merupakan vokalis yang bercita-cita jadi masinis, namun dihajar kenyataan jadi Bankir yang optimis di West Kutai.

Related Articles

Back to top button